Jatuh Cinta pada 2 Orang

Jatuh Cinta pada 2 Orang – Jatuh hati ialah sebuah hati yang tidak dapat diprediksikan, maknanya dapat tiba kapan pun tanpa diundang.

Bahkan juga tanpa penanda sekalinya. Karena prosesnya yang bisa disebutkan cukup rumit. Karena sering kita sebagai manusia dibikin bingung dan kaget atas hadirnya.

Jika Kamu Jatuh Cinta pada 2 Orang? Ketahui Hal ini!

Nampaknya harus ada beberapa kiat tertentu untuk menanganinya seperti pepatah sedia payung saat sebelum hujan. Dan, bagaimana kembali bila rupanya datang saat di mana hati turut serta cinta pada 2 orang sekalian ketika bertepatan? Tidak boleh kata mustahil. Segala hal yang ada di bumi ini bisa ada terjadi kemungkinan.

Baca Juga: Cara Untuk Memperbaiki Mood

Cinta ialah sebuah mistis. Kita tidak pernah mengetahui kapan kita akan jatuh hati dan ke siapa. Terkadang, cinta dapat mendadak ada ke orang yang serupa sekali tidak kita kira. Bahkan juga, terkadang rasa itu dapat muncul pada 2 orang sekalian pada saat yang bertepatan. Rupanya, mereka berdua juga punyai hati yang serupa!

Sudah pernahkah kamu rasakan hal semacam itu? Buat kamu atau kalian yang punyai konsep monogami (cuman mempunyai satu pasangan di satu waktu), kamu mengerti tepat jika cinta semestinya tidak mendua. Tetapi, tidak dapat dipungkuri jika kamu memang punyai hati spesial ke mereka berdua. Saat kamu terjerat dalam hati yang terdiri semacam itu, ingat-ingatlah lima poin utama berikut agar kamu dapat membuat keputusan yang terbaik.

Bila sampai ada opsi ke-2 , opsi pertama pantas ditanyakan

Jatuh hati bukan sekedar senang dengan jatuh hati bukan sekedar sayang. Jatuh hati itu kombinasi di antara senang, sayang dan ikhlas berkorban yang timbulnya tidak tersangka. Tidak tutup peluang, jatuh hati langsung bisa terjadi pada 2 orang sekalian, tetapi yang penting ditanyakan ialah, bila sampai ada opsi ke-2 karena itu berapa besar cintamu akan opsi pertama? Kamu harus dapat jawab pertanyaan ini. Berbohong besar jika kamu ngomong sulit apa lagi ngomong tidak dapat menjawab karena namanya ‘jatuh cinta’ sama ke-2 nya. Jika kamu betul jatuh hati sama opsi pertama, tidak bakal ada opsi ke-2 . Kebalikannya, opsi ke-2 bisa saja cintamu sesungguhnya, jika tidak mengapa ia dapat ada?

Maka seharusnya kamu harus mulai bisa membandingkan di antara senang, sayang dan cinta. Pilih cinta, hidup begitu singkat bila kamu pakai untuk mainkan hati beberapa orang. Bukan pahala justru dosa yang kamu bisa. Iya, apa iya?

Ketahui baik Dari Jatuh Cinta pada 2 Orang

Agar memudahkan dan percepat penuntasan permasalahan, coba ketahui lebih dalam ke-2 nya. Saat menentukan pasangan, pasangan yang semua sesuatunya serupa atau bahkan juga sama dengan diri kamu tidak selamanya bermakna bagus dan memberikan agunan jalinan kamu akan tahan lama. Kadang, pasangan yang betul-betul bertentangan dengan diri kamu dalam segalanya bisa saja pasangan terbaik untukmu.

Jauhi serong!

Dalam hadapi permasalahan hati tidak boleh cepat-cepat atau ceroboh, sesudahnya kamu menyesal dan tidak ikhlas melepaskan yang satu karena itu kamu usai dengan keputusan untuk berselingkuh. Itu genting! Jangan sampai kerjakan ini jika kamu tidak ingin memiliki nasib sama dengan Kabayan, kelak justru tidak seorang juga ingin denganmu. Belum juga kamu segera dapat cap buruk sebagai ‘tukang selingkuh’ yang bakal mengakibatkan rugi periode panjang. Tidak mau kan?

Memperbanyak merenung, periode bodoh anjuran orang luar

Yang dapat menuntaskan permasalahan hatimu ya hanya kamu sendiri. Memperbanyak saja merenung, rasakan karena itu hatimu akan mendapati jawabnya. Saran-saran dari beberapa orang, entahlah rekan, teman dekat, keluarga atau siapa saja bisa saja kamu dengar sebagai saran tetapi janganlah sampai memengaruhi kata hatimu yang terdalam karena kamu yang bakal jalani jalinan jadi kamu harus dapat membuat keputusan sendiri yang tidak akan kamu sesalkan nantinya. Mereka orang luar yang masih belum pasti tahu sangkut-paut kamu dan 2 orang yang sudah membuat kamu jatuh hati, jadi mereka mudah saja berkata tanpa tahu imbas kebelakanganya.

Bila kamu begitu dengarkan seseorang, kamu justru akan makin bingung dan dapat menjadi salah kaprah. Optimis jika kamu dapat menyelesaikannya, optimis jika kamu dapat membuat keputusan. Kamu yang jatuh hati karena itu kamu yang memiliki hak putuskan!

Bersabarlah, keduk dahulu hatimu lebih dalam

Pertama kali, yang perlu kamu yakinkan ialah bagaimana sesungguhnya hatimu dari mereka berdua. Terkadang, dapat sehingga kita memikir telah jatuh hati pada seorang, walau sebenarnya itu cuman hati senang saja. Lebih kronis kembali, jangan-jangan itu cuman gairah semata.

Lalu, bagaimanakah cara menentukannya? Bersabarlah. Berikan cukup waktu untuk mengenal personalitas mereka sedalam kemungkinan. Sambil kamu melakukan, kamu akan makin memahami hatimu sesungguhnya. Apa memang cinta atau sekedar hanya tertarik? Plus, kamu akan semakin tahu apa mereka memang orang baik yang ingin kamu menjadikan pasangan atau mungkin tidak.

Jatuh Cinta pada 2 Orang Prioritaskan keperluanmu, bukan sekedar kemauan

Lalu, bagaimana jika rupanya kamu percaya jika hatimu memang lebih dari sekedar senang? Pikirkan keperluanmu. Kamu tentu sepakat jika keperluan itu lebih bernilai dibanding kemauan. Hal tersebut berlaku juga saat menentukan pasangan. Karena itu, tidak boleh cuman pikir kemauan, tetapi utamakanlah keperluanmu.

Misalkan kamu ialah orang yang kerap berasa insecure. Maknanya, kamu perlu orang yang dapat memberimu perasaan aman dan optimis. Utamakanlah hal tersebut. Dari di antara 2 orang yang sekarang ini isi hatimu, yang mana paling dapat penuhi keperluanmu itu?

Janganlah lupa pikirkan keperluan lainnya karena keperluanmu pasti tidak cuman satu. Dari sana, kamu akan dapat tarik ringkasan siapakah yang seharusnya kamu tentukan. Janganlah sampai kamu mendasarkan opsimu atas kemauan saja karena kamu dapat menyesal di masa datang.

Jika kamu serakah, kamu justru dapat kehilangan kekeduanya

Kemungkinan tersirat pemikiran dalam benakmu jika kamu sesungguhnya bisa masih terkait dengan ke-2 nya. Toh, kamu pintar mengelola waktu dan simpan rahasia. Maka mengapa tidak lanjut saja dengan kekeduanya?

Nach, sesungguhnya keserakahan semacam itu justru dapat membuat kamu kehilangan kekeduanya. Mereka kemungkinan tidak suka diduakan. Kalaulah ada yang memaafkanmu dan ingin menerimamu, rasa berprasangka buruk dapat terus susah raib dari hatinya. Percaya kamu ingin jalani jalinan yang penuh keraguan semacam itu?

Jika kamu tidak dapat pilih, lebih bagus tidak boleh pilih benar-benar

Terang, membuat satu opsi itu penting. Tetapi, bagaimana jika kamu memang tidak dapat pilih? Rasanya kamu tidak tega jika harus sakiti satu dari mereka. Hatimu juga rasanya tidak dapat seutuhnya percaya siapakah yang harus kamu tentukan.

Jika sudah demikian, jalan keluarnya bukan pilih ke-2 nya, tetapi tidak pilih ke-2 nya. Itu lebih baik dibanding pilih salah satunya tetapi jalani jalinan mendua hati. Bebaskan saja ke-2 nya dan coba mencari seseorang kembali. Kemungkinan, kamu bisa mendapati orang yang terbaik hingga kamu dapat pilihnya dengan percaya tanpa kebimbangan sedikit juga.

Jatuh hati pada 2 orang sekalian dapat terjadi pada siapa. Keadaan itu dapat mempersulit, tetapi jika kamu ingat lima hal utama di atas. Kamu tentu dapat membuat keputusan terbaik buatmu dan untuk mereka berdua.

Jatuh Cinta pada 2 Orang Tetapkan opsi

Hati tidak bodoh, ia mengetahui kapan untuk stop dan mendapati jawaban tentunya. Kalau sudah, kamu harus selekasnya melakukan tindakan tidak boleh menundanya kelamaan juga. Masih yakin jika cinta ikhlas menanti? Jika saya sich yakin tidak yakin, ada kemungkinan yang begitu satu orang dari 1000 alias cari jarum di timbunan jerami. Logika dan nalar berjalan saja sama seperti yang seharusnya, perhitungan , jika kamu kelamaan bisa-bisa ia kabur. Memang berapa baik diri kamu sampai membuat ikhlas menantimu semakin lama sampai jamuran? Ada banyak kemungkinan alternatif lain di luaran sana, jadi kamu tidak boleh kelamaan melakukan tindakan ya…

Hati tidak pantas dipersalahkan. Menjadi garis hidupnya berlaku semacam itu yang tidak dapat mengatur timbulnya rasa jatuh hati. Yang pantas dipersalahkan ialah bagaimana perlakuan manusianya yang menanggapi.